Tak Dompleng Nama Besar, Alasan Legenda Persipura Bio Paulin Merangkak dari Liga 4 Yakin Bawa Pasuruan United Juara Piala Presiden
JOGJA - Pelatih Pasuruan United, Bio Paulin, mematok target tinggi setelah berhasil membawa timnya melangkah ke babak final Piala Presiden Liga 4 2026. Mantan bek legendaris Persipura Jayapura ini optimistis mampu mempersembahkan gelar juara bagi masyarakat Kota Pasuruan.
Kepastian tiket final tersebut diraih laskar Pasuruan usai menumbangkan Persinga Ngawi dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) sore.
Meski sukses menembus partai puncak, Bio Paulin mengaku sempat terkejut dengan atmosfer dan ketatnya persaingan di kompetisi kasta keempat sepak bola Tanah Air ini. Menurutnya, tensi pertandingan sejak fase regional hingga putaran nasional berjalan di luar ekspektasinya.
"Luar biasa, karena ini pertama kali saya melatih di Liga 4. Saya terkejut juga karena memang semua tim mau juara, mulai dari regional sampai nasional. Tapi itu yang membuat saya senang, apalagi saya dipercaya oleh tim dengan manajemen yang luar biasa hingga akhirnya bisa lolos ke Liga Nusantara maupun ke final," ujarnya, saat ditemui wartawan usai pertandingan, Rabu (8/7/2026).
Pelatih naturalisasi asal Kamerun ini menegaskan, ambisinya tidak mandek hanya pada tiket promosi ke Liga Nusantara.
"Saya berkomitmen penuh untuk terus menggenjot performa anak asuhnya demi membawa pulang trofi juara," ucap Bio.
Berbicara mengenai peta persaingan, Bio menilai Liga 4 musim ini memiliki daya tarik yang kompetitif. Walau statusnya masih amatir, kehadiran para pemain jebolan Liga 1 dan Liga 2 yang turun kasta dinilai mendongkrak kualitas kompetisi secara drastis.
"Liga 1 sudah sangat profesional. Kalau Liga 4 masih amatir, tetapi persaingannya tidak kalah jauh karena sekarang banyak pemain Liga 1 dan Liga 2 yang turun ke Liga 4. Saya sangat mengapresiasi itu karena siapa tahu Liga 4 besok menjadi sesuatu yang sangat besar," tutur Bio.
Bagi Bio Paulin, keputusan menukangi tim di level bawah merupakan langkah sadar untuk menguji kapasitasnya sebagai juru taktik. Pria yang terpaksa pensiun dini sebagai pemain akibat cedera ini menegaskan enggan mendompleng nama besarnya di masa lalu.
"Saya mau memulai karier pelatih dari nol. Sebelumnya saya menjadi asisten di Liga 1 maupun Liga 2, tapi saya ingin membesarkan nama saya sendiri. Saya datang ke sini untuk menunjukkan kalau saya bisa," tegasnya.
Menurutnya, langkah ini juga ia jadikan sebagai momentum pembuktian pribadi setelah karier bermainnya harus berakhir antiklimaks.
"Saya mau balas dendam dengan diri saya sendiri. Dulu saya berhenti lewat pintu kecil walaupun orang menganggap saya pemain besar. Sekarang saya mau membuktikan di kepelatihan kalau saya bisa," pungkas Bio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung